Tangga Arung Square Dibuka, Bupati Kukar Larang Praktik Pungli Lapak

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meresmikan Tangga Arung Square, Taman Hero dan Mushola Al-Muhajirin. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Tangga Arung Square, Tenggarong, Senin (5/1).

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meresmikan Tangga Arung Square, Taman Hero dan Mushola Al-Muhajirin. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Tangga Arung Square, Tenggarong, Senin (5/1).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kukar Akhmad Yani beserta anggota DPRD Kukar, Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, unsur Forkopimda Kukar, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, para staf ahli, para asisten Setda, seluruh kepala bagian Setda, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar. Sebelumnya apel gabungan dilaksanakan di lokasi tersebut.

Hadir pula para pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, di antaranya Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Tunggang Parangan, KSDE, MGRM, dan Bank Kaltimtara, serta tokoh agama dan masyarakat, termasuk pimpinan ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, LDII, Ketua MUI, Ketua FKUB, Ketua DMI, Ketua PHDI, Ketua MBI, dan sejumlah undangan lainnya.

Usai apel gabungan, rangkaian peresmian Tangga Arung Square diawali dengan penekanan tombol dan pembukaan selubung papan nama, dilanjutkan dengan prosesi adat tawar (beras kuning) yang dipimpin Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan untaian bunga melati oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang didampingi Wakil Bupati, Rendi Solihin, mantan Bupati Kukar Edi Damansyah, serta Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin. Kegiatan tersebut disaksikan langsung jajaran DPRD, Forkopimda, OPD, serta para undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyampaikan bahwa bangunan Tangga Arung Square merupakan salah satu wujud nyata implementasi janji politik Kukar Idaman periode 2021–2025, khususnya dalam revitalisasi pasar-pasar tradisional. Pasar Tangga Arung, yang dahulu dikenal sebagai Tangga Raja, merupakan sentra ekonomi utama masyarakat Kecamatan Tenggarong dan kini telah ditata kembali dengan lebih rapi dan modern.

“Peresmian ini menjadi sejarah baru bagi penataan Kota Tenggarong, khususnya kawasan perekonomian berbasis kerakyatan. Kehadiran Tangga Arung Square adalah simbol kebangkitan ekonomi pedagang sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat Kukar,” ujar Aulia.

Aulia menegaskan agar tidak ada praktik pungutan liar di kawasan pasar selain retribusi resmi yang telah ditetapkan oleh Pemkab Kukar. Ia menekankan bahwa jika ditemukan pungli yang dilakukan oleh ASN, PPPK, maupun pihak lain termasuk forum pasar, maka akan ditindak tegas hingga pemecatan.

“Tidak boleh ada pungutan-pungutan liar di pasar ini. Jaga kebersihan dan kerapian pasar. Jangan sampai dikotori oleh perbuatan segelintir orang,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya ketertiban penataan pedagang. Menurutnya, bukan berarti pemerintah tidak memberi ruang bagi masyarakat untuk berdagang, namun penataan harus tetap dijaga agar pasar bersih, rapi, dan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kukar.

“Kita ingin pasar ini menjadi ikon. Rapi, bersih, dan nyaman. Tangga Arung Square harus menjadi sentra bisnis dan sentra ekonomi masyarakat. Jadikan tempat ini sebagai pilihan utama berbelanja, sehingga Tenggarong tidak perlu bergantung pada daerah lain untuk memenuhi kebutuhan warganya,” katanya.

Aulia juga berpesan kepada para pedagang agar menjaga kebersihan, kerapian, dan ketenteraman pasar, serta menganggap Tangga Arung Square sebagai rumah kedua. Jika terjadi permasalahan, ia mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikannya melalui musyawarah.

Tangga Arung Square yang diresmikan memiliki total 703 lapak yang terbagi dalam dua lantai. Lantai satu diperuntukkan bagi zona konveksi, seperti pakaian dan tekstil, sementara lantai dua difungsikan sebagai zona kuliner, sehingga pengunjung dapat menikmati berbagai makanan dan jajanan dengan lebih nyaman.

Konsep zonasi diterapkan secara ketat untuk menjaga ketertiban. Tangga Arung Square dikhususkan bagi pedagang kering, sedangkan pedagang basah tetap dipusatkan di Pasar Mangkurawang, guna menjaga kebersihan dan kenyamanan di masing-masing lokasi.

Usai peresmian, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Ketua DPRD Kukar Akhmad Yani, Wakil Bupati, Rendi Solihin, mantan Bupati Kukar Edi Damansyah, Forkopimda, serta rombongan meninjau langsung area pasar. Rombongan juga menaiki eskalator menuju lantai dua dan menyempatkan diri menikmati sejumlah kuliner sambil berbincang santai dengan para undangan dan pedagang. (*)

Bagikan: