HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Ketua KNPI Kalimantan Timur, Andre Afrizal turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Aceh Tamiang untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan yang bersifat mendesak, khususnya penyediaan akses air bersih.
Selama sekitar 14 hari di Aceh Tamiang, Andre bersama tim relawan dari Kalimantan Timur melakukan pemasangan instalasi dan alat filterisasi air bersih di enam desa terdampak. Fokus utama bantuan adalah penjernihan air, mengingat banyak sumur warga tercemar akibat banjir.
Andre mengungkapkan, hampir seluruh warga memiliki sumur, namun sebagian besar tidak lagi layak digunakan karena tercemar lumpur dan air banjir. Kondisi ini memaksa sebagian warga menggunakan air yang tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Hampir semua warga punya sumur, tapi banyak yang tercemar. Karena itu, kami fokus pada pemasangan instalasi dan filterisasi air bersih agar warga bisa kembali mendapatkan air yang layak,” ujar Andre Afrizal, Minggu (25/1/2026) disela kegiatan pelantikan pengurus Ansor Kaltim.
Di lapangan, Andre juga mendengar langsung keluhan warga yang sempat kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, dalam beberapa hari pertama pascabanjir, sebagian warga terpaksa menggunakan air banjir untuk kebutuhan minum dan memasak, kondisi yang dinilai sangat berisiko bagi kesehatan.
Sebagai respons atas situasi darurat tersebut, KNPI Kaltim memasang sistem penjernihan air, tandon penampungan, serta memberikan pendampingan teknis agar fasilitas air bersih dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Andre menegaskan, bantuan ini bukan sekadar simbolis, tetapi bentuk kepedulian nyata untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi bergantung pada air yang tidak layak. Air bersih adalah kebutuhan paling mendesak agar warga terhindar dari risiko penyakit pascabanjir,” tegasnya.
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bagian dari kebijakan dan arahan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, untuk membantu korban bencana banjir bandang di Pulau Sumatera. Pemprov Kaltim sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan bernilai Rp 3,5 miliar dan tambahan Rp 1,5 miliar rupiah untuk mendukung penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Aceh dan wilayah terdampak lainnya.
Andre menyampaikan, kondisi di Aceh Tamiang hingga kini masih sangat berat dan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Sampai sekarang, yang saya dengar dan lihat langsung, kondisinya masih sangat memprihatinkan. Masih perlu banyak bantuan. Karena itu, kami berharap sinergi semua pihak terus berjalan untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, organisasi kepemudaan, maupun masyarakat luas, untuk terus bergotong royong membantu pemulihan Aceh Tamiang hingga kondisi pascabencana benar-benar pulih. (*)





